Logo
Masjid Al-Rabi'a
UIN Syarif Hidayatullah
image

Mari Pantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberi kita umur dan kesempatan untuk kembali mendekati bulan yang penuh kemuliaan: Bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang istimewa, bulan yang selalu dirindukan oleh orang-orang beriman karena di dalamnya Allah membuka pintu-pintu rahmat dan ampunan-Nya [1].

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ


“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183


Ayat ini menegaskan bahwa tujuan puasa adalah membentuk ketakwaan. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sarana penyucian jiwa dan peningkatan kualitas iman [6].



Menyambut dengan Gembira dan Kesadaran

Seorang mukmin sejati menyambut Ramadhan dengan rasa gembira, karena bulan ini adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah SWT [3]. Kegembiraan tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan kesadaran bahwa Ramadhan adalah momentum perubahan.

Karena itu, penting bagi kita untuk tidak menyambutnya secara biasa-biasa saja, melainkan dengan persiapan yang matang, baik lahir maupun batin [7].



Persiapan Spiritual Sejak Sekarang

Para ulama telah mencontohkan pentingnya mempersiapkan diri sejak bulan-bulan sebelum Ramadhan, seperti Rajab dan Sya’ban, dengan memperbanyak taubat, istighfar, dan ibadah sunnah [5]. Persiapan ini bertujuan agar ketika Ramadhan tiba, hati telah siap dan ibadah dapat dijalankan secara maksimal.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memperbaiki kualitas salat
  • Membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari
  • Melatih puasa sunnah
  • Mengurangi perbuatan yang sia-sia [4]

Dengan latihan tersebut, Ramadhan akan terasa lebih ringan dan bermakna.



Meningkatkan Kepedulian Sosial

Ramadhan juga merupakan momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadhan [2]. Puasa mengajarkan kita merasakan lapar agar tumbuh empati terhadap mereka yang membutuhkan.

Oleh karena itu, menyambut Ramadhan berarti pula menyiapkan diri untuk lebih banyak berbagi, baik melalui sedekah, zakat, maupun kepedulian terhadap sesama [2].

Ramadhan adalah kesempatan emas yang Allah berikan setiap tahun. Jangan sampai bulan penuh rahmat ini datang dan berlalu tanpa perubahan berarti dalam diri kita. Mari kita pantaskan diri dengan memperbaiki hati, meningkatkan ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial.

Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan sehat dan penuh kesiapan, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang meraih keberkahan dan ampunan di dalamnya.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.



Referensi

  1. Kementerian Agama RI. Menyambut Kehadiran Bulan Ramadan. https://kemenag.go.id/opini/menyambut-kehadiran-bulan-ramadan-usml63
  2. NU Online. Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Meningkatkan Kepedulian Sosial. https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-menyambut-ramadhan-dengan-meningkatkan-kepedulian-sosial-UnycN
  3. Muhammadiyah.or.id. Sambut Ramadhan dengan Gembira.https://muhammadiyah.or.id/2022/03/sambut-ramadhan-dengan-gembira/
  4. Rumah Zakat. Persiapan Puasa Ramadhan 2026.https://www.rumahzakat.org/persiapan-puasa-ramadhan-2026/
  5. BAZNAS. Menyambut Bulan Ramadhan: Persiapan Spiritual Umat Islam Sejak Bulan Rajab.https://baznas.go.id/artikel-show/Menyambut-Bulan-Ramadhan:-Persiapan-Spiritual-Umat-Islam-Sejak-Bulan-Rajab/2168
  6. Muslim.or.id. Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan.https://muslim.or.id/4150-persiapkan-diri-menyambut-ramadhan.html
  7. Konsultasi Syariah. Menyambut Bulan Ramadhan Jauh-Jauh Hari.https://konsultasisyariah.com/36278-menyambut-bulan-ramadhan-jauh-jauh-hari.html



Taufiq Al Farizi